SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2016

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2016

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2016 Tahun 2015, tinggal bebrapa hari lagi, mari kita mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan Tahun 201...

Kamis, 03 Desember 2015

Adipati Wiraguna dan Hary Ponto

Adipati Wiraguna dan Hary Ponto

Pasha Ungu Cium Angel Karamoy, Adelia Curhat di Media Sosial

Pasha Ungu Cium Angel Karamoy, Adelia Curhat di Media Sosial 

Dalam waktu beberapa jam saja, foto mesra Pasha Ungu dan Angel Karamoy sudah menciptakan kehebohan luar biasa. Terlebih lagi, foto pelukan dan ciuman yang beredar telah dikonfirmasi sebagai foto asli. Masalahnya, baik Pasha maupun Angel masih berstatus menikah dengan orang lain.
Terkait pemberitaan ini, istri Pasha, Adelia Wilhelmina pun bersuara lewat media sosial. Tanpa menyebutkan skandal yang sedang menimpa suaminya, ibu dua anak ini mengucapkan kata-kata tentang kehidupan yang indah.

"Hidup itu indah jika di dalamnya seperti surga.. Saling menjaga, saling menyayangi, saling terbuka," ungkap Adelia, sebagaimana diposting oleh admin akun Instagram adeliapashaofficial. Akun itu sendiri tak lain dikelola oleh fanbase Pasha Ungu dan Adelia Wihelmina.
Selebihnya, pihak Pasha Ungu dan Angel Karamoy masih menutup mulut rapat-rapat terkait kasus yang menimpa mereka. Keduanya belum bisa dihubungi, bahkan akun Instagram Angel kini telah dikunci, sehingga tak bisa diakses oleh orang yang bukan followernya.
Pasangan mesra yang diduga Angel Karamoy dan Pasha Ungu (via Liputan6.com)

Galery Image GS&P










YOOTUBE

Managing Partner GS&P

Managing Partner GS&P : Ir. Adi[pati Wiraguna, IAI, SH, MH, MM

AHOK

Ahok Gandeng PNS di Pilkada DKI 2017

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengabsen sebelum melantik sejumlah pejabat eselon tingkat II, III dan IV di Balai Agung, Balaikota, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015). Pada kesempatan itu Ahok juga membatalkan lebih dari separuh pejabat yang hendak dilantik karena tidak ada dalam daftar pelantikan. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN

© WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengabsen sebelum melantik sejumlah pejabat eselon tingkat II, III dan IV di Balai Agung, Balaikota, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015). Pada kesempatan itu Ahok juga membatalkan lebih dari separuh pejabat yang hendak dilantik karena tidak ada dalam daftar pelantikan. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sudah punya ancang-ancang siapa yang akan menjadi pendampingnya untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
Pria yang akrab disapa Ahok ini menyebutkan, kalau dirinya maju melalui Partai Politik, peluang untuk menduduki kembali kursi nomor satu di DKI memang lebih besar.
Tapi, Ahok telah memantabkan diri maju melalui jalur independen, yang syaratnya mengumpulkan satu juta Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Kalau KTP terkumpul, dan menemukan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang baik di DKI, saya akan mencalonkan dia menjadi Wakil Gubernur. Sekalipun kami harus kalah," ujar Ahok di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2015).
Ahok membeberkan alasan kenapa dirinya memilih PNS untuk menjadi wakilnya, yakni demi mempertontonkan kepada masyarakat, bahwa PNS DKI memang ada yang bersih dari praktek korupsi, dan kinerjanya baik.
"Jadi ini dalam rangka membangkitkan. kepercayaan masyarakat," imbuhnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak mempermasalahkan bila nantinya dia tidak terpilih kembali.
Yang terpenting, ujar Ahok, stigma masyarakat terhadap pejabat berubah.
"Sekarang kita berupaya menghilangkan dan mematahkan stigma, ‎bahwa PNS birokrat pasti korup dan pasti malas. Itu tidak, saya yakin banyak pejabat yang baik-baik dan bagus-bagus," ujar dia.

Kisruh Freeport, Menteri Rizal: Ini Perebutan antar Geng


Kisruh Freeport, Menteri Rizal: Ini Perebutan antar Geng

foto

© Copyright (c) 2012 TEMPO.CO foto
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut kisruh pembahasan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia yang diduga melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara sebagai sebuah perebutan saham antar geng di Indonesia.
Rizal menyebut kisruh ini seperti sinetron. "Bagaikan sinetron. Pertentangan antar geng yang berebut saham," kata Rizal sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis, 3 Desember 2015.
Rizal mengatakan kisruh adalah perebutan daging atau kue antar geng yang berada di kekuasaan.
Rizal mengatakan terlepas dari perdebatan dalam masalah pembahasan perpanjangan kontrak Freeport, yang terpenting rakyat Indonesia harus mendapatkan yang lebih baik.
Menurut dia, seperti yang sudah dijelaskan Presiden, Freeport harus membayar royalti lebih tinggi yaitu enam hingga tujuh persen.
"Ini karena di masa lalu akibat "hengki-pengki" membayar royalti hanya satu persen," kata Rizal.
Selain itu, Freeport harus bertanggung jawab soal pembuangan dan pengolahan limbah.
Menurut dia, selama ini Freeport seenaknya membuang limbah tanpa diproses sehingga merugikan masyarakat lokal.
"Freeport juga wajib membangun smelter dan terakhir soal divestasi," katanya.
Rizal menegaskan Indonesia harus mendapatkan manfaat lebih besar dari Freeport karena selama ini sudah dirugikan.
Mahkamah Kehormatan Dewan akhirnya menyidangkan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Setya Novanto dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
Dalam sidangnya semalam, MKD mengundang Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pengadu.
Dalam rekaman suara yang berisi percakapan antara Setya, Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha Riza Chalid itu, mereka diduga tak hanya mencatut nama Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan Menkopolkam Luhut Panjaitan.
Nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto juga disebut dalam rekaman. ANANDA TERESIA